Stone Garden, Bandung Barat (Bahasa)

Back in early 2016, gue sama sahabat-sahabat pergi ke Stone Garden yang berada di Bandung Barat. Kalo browsing di google, tempat pariwisata ini bisa dibilang mirip dengan Machu Picchu, Peru. Banyak batu, rumput dan tempatnya berada di bukit yang lumayan tinggi. Kita berenam meluangkan waktu ditengah-tengah kesibukan pekerjaan dan kepadatan Ibukota. Terlebih, ada satu sahabat gue yang ber-profesi sebagai reporter di salah satu TV swasta. As you know that the job has unpredictable work schedule and overseas travel. Diantara kita berenam ini pula, ada pacar gue yang menemani dan nyambi nyetir. Dia pun, bekerja sebagai creative team di salah satu TV swasta. As you know that the job has unpredictable work schedule and overseas travel (2). Yang lainnya (termasuk gue), karyawan swasta dimana cuti dan weekend adalah hari raya kita.

Kita berangkat dari Jakarta menggunakan mobil Kijang Innova pada hari Jumat (sehabis pulang kantor). Kita berenam janjian di Pondok Indah Mall 3 sekitar pukul 19.00 WIB. Kenyatannya kita lapar dan makan malam di Seroeni. Setelah itu, baru beneran pergi ke Bandung sekitar pukul 21.00 WIB. Kalau sudah bertemu sama sahabat gue yang ini, serius deh ketawa terus-terusan banget. Perjalanan gak nyangka aja sih sudah sampe di Bandung. Sesampai di Bandung, kita langsung bobok cantik di hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Stone Garden. In which, we are going to go to Stone Garden on the day after, right in the morning. By the way, gue bakalan cantumin di akhir tulisan ini mengenai rincian harga dan waktu dari sekiranya pergi ke Bandung sampai pulang ke Jakarta lagi.

Keesokan harinya, kita berenam pergi menuju Stone Garden. Kita bangun sih gak pagi-pagi amat ya sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum naik ke atas garden, kita sarapan dulu – brunch time, di Warung Laos. Tempat makan ini recommended banget, karena kita bisa menikmati pemandangan lembah yang sejuk banget. Saya menyantap nasi bakar keju, which is so tasty. Sarapan habis, lanjut lah perjalanan ke Stone Garden. Biasa deh kalo pergi sama makhluk-makhluk ini beneran ketawa melulu banget. Sesampainya di tempat, ada dua penjaga yang berdiri. Aa, nanya dong, Stone Garden dimana yah?” “Nah, disini kok teh bener.” Emang bener sih, ada petunjuk panah “Stone Garden”. Semuanya beneran terkejut karena itu tempat ternyata mendaki banget dan lumayan terjal. Jalanannya beneran gak ada bebatuan pijak, penuh banget sama tanah, licin. Dan sebelumnya, kita sudah browsing ini tempat dan netizen bilang bisa menggunakan ojek. Bahkan ya, ada yang pre-wedding disana. BOHONG AH GAK MUNGKIN! Fyi, kita gak pake sepatu hiking atau keds, semuanya sepatu feminim casual. Bahkan ada yang pake flat shoes. It’s gonna be a nightmare for us.

Sepatu Kita
Gue dan Pacar

Pacar gue dibelakang menuntun dan menjaga lima perempuan di depan dan kalo hujan beneran merosot deh kita. Tanah semua dan terjal banget. Terus keringetan dong yah itu sekujur tubuh. Tiba-tiba gledek lagi, asli panik bener. Gak ada orang satu pun pula yang naik selain kita. Dan itu serius jauh banget. Perasaan kita jalan sudah jauh bener, tapi tulisan “Stone Garden” gak sampai-sampai. Saat tiba di puncak, ALHAMDULILLAH YA ALLAH! Lega! Namun, tiba-tiba saja di depan kita ada yang lewat yaitu OJEK. “Demi apa ada ojek?” Hanya kata itu lah yang terlontar. Beneran capek dan kecewa banget, kok bisa sih ada ojek? “Bu, aqua 6 ya! Yang super dingin!”

Berdasarkan informasi warga setempat, ternyata emang bener ada ojek. Sayangnya, kita salah jalur waktu naik. Gue rasa sih, jalur yang kita taikin adalah jalur saat pertama kalinya Stone Garden ditemukan sama leluhur deh. Beneran itu serem banget jalanannya. Berhubung langit semakin gelap dan waktu semakin malam, buru-buru deh kita foto. Beneran kayak Machu Picchu! Seneng banget deh hihi. Masih rada kesel sih ngeliat ada yang pake heels, pake dress, pake hot pants. Kenapa? Karena mengingat kita mendaki super lelah itu dan ternyata keatas sana bisa naik BUS pula. Thank God. Setelah semuanya puas foto-foto, menikmati pemandangan, biasa deh ketawa lagi, lanjut kita mau turun menggunakan OJEK. Owyeah. Saat tiba dibawah, kita lanjut ingin langsung pulang ke Jakarta. Gak pengen jalan-jalan ke daerah Bandung soalnya emang tujuannya cuma ingin ke Stone Garden. Seperti biasa, tertawa sampai lelah.

Perjalanan ke Jakarta sangat sepi, tidak macet. ANEH. Ditengah perjalanan kita sangat lapar dan kita mampir ke Rumah Makan Padang Sederhana. Beneran ya, kalo lagi capek banget, emang paling enak makan Padang. Terlebih si pacar gue suka banget yang namanya gulai otak. Literally tasty! Setelah usai makan, lanjut lagi pulang dengan keadaan lancar jaya dan mampir dulu di Pejaten – rumah pacar gue, untuk mengembalikan mobil dan kita pulang naik uber. Lelah banget beneran itu perjalanan, tapi senang banget memang bisa jalan sama orang-orang terkasih.

Berikut adalah perincian durasi dan biaya kita berenam dalam perjalanan Jakarta – Bandung Barat.

capture

Sekian. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s