Hijab (Bahasa)

Berbagi cerita sedikit mengenai alasan gue mengenakan hijab. Gue terlahir di keluarga Muslim (Ibu dan Bapak Islam) yang taat beragama. Waktu gue kecil sampai umur 25 tahun, gue sama sekali tidak mengenakan hijab dan jauh sekali dari pikiran untuk mengenakan hijab. Gue sadar bahwa apabila seseorang sudah beriman, komitmen kepada Islam, di Al-Quran jelas tertulis bahwa hijab adalah kewajiban. Pribadi dan pengaruh sosial merupakan salah dua yang mempengaruhi gue untuk belum siap mengenakan hijab. Dalam keluarga pun, tidak ada tuntutan untuk mengenakan hijab. Pada dasarnya, kembali lagi ke diri gue sendiri. Bukan siapapun yang salah atau benar.

Dulu gue sering banget berpikir, kenapa ya gue segini percaya kepada Islam? Apa karena agama dari kecil? Hanya terlintas pikiran pertanyaan tersebut tapi gue malas untuk mencari tahu lebih lanjut. Karena apa? karena gue takut, takut dengan keluarga, takut dengan Tuhan – Allah. Lalu, setelah gue berpikir lanjut, ternyata salah satu alasannya adalah hijab. Hal umum mengapa gue mengimani Islam. Kalaupun ada seseorang yang menulis di Al-Quran tentang hijab, orang itu sangat hebat, kreatif, komposisinya sangat tepat, presentasenya pun adil.

Karena gue wanita, menurut gue teori hijab itu sangat melindungi, meninggikan derajat wanita. Teori hijab menurut gue cara Tuhan menunjukan keberadaan-Nya. Kalaupun ada orang yang membuat ini teori, orang itu menunjukan caranya dengan sangat luar biasa hebat karena orang tersebut tahu betul sifat manusia tidak luput dari keburukan. Bukan hanya melindungi kaum wanita dari orang yang tidak bertanggung jawab, melainkan melindungi orang yang bertanggung jawab kepada wanita tersebut. Kalaupun masih ada yang mengganggu wanita tersebut untuk pelecehan, menurut gue itu pengecualian. Tak dapat dipungkiri bahwa para wanita akan terlindungi dari pelecehan seksual, suami dari wanita tersebut akan tenang dengan istrinya diluar sana, keluarga dari wanita pun akan tenang anaknya tidak diganggu, wanita tersebut pun akan tenang tubuhnya tidak dilihat orang lain, harga diri menjadi tinggi, dan karena yang mengeluarkan teori ini adalah agama Islam, ya berarti salah satu cara agama tersebut menunjukan identitasnya di diri wanita.

Gue masih ragu untuk mengenakan hijab padahal gue sudah tahu alasan dari teori tersebut. Kenapa ya? Ternyata karena pergaulan, karena gue masih ingin terlihat rambut dan tubuh gue, karena tidak mau di judge aneh-aneh kalau gue melakukan hal tidak baik, karena shalat gue belum lancar, karena Islam gue belum mahir, karena karir, dll. Setelah gue berpikir, alasan tersebut hanyalah kemalasan dan ego gue semata. Gue malas belajar, gue malas berbuat baik, gue malas shalat, gue malas belajar Islam, gue malas pun belajar agama lain, gue malas dikatain jelek, intinya MALAS. Padahal lo tahu jalan pintas untuk menjadi baik, tapi lo malas mengikutinya. Ya, pada dasarnya sesuatu yang baik memang SUSAH BANGET dilakukan. Akhirnya gue galau.

Satu bulan sebelum pergi ke Jerman untuk ujian S2, gue nonton di youtube untuk cari tahu informasi tentang Jerman. Ada salah satu youtuber Indonesia yang mengenakan hijab di Jerman. Dia bercerita bagaimana Jerman, tetapi gue salah fokus ke hijab– proses dia bisa pake hijab, bagaimana kehidupannya, bagaimana aktifitasnya. Subhanallah, gue melihat dia bisa tumbuh di negara Non-Muslim dengan mengenakan hijab. Hati gue terketuk! Sepanjang bulan gue berpikir, di hidup ini kita tuh sebagai manusia harus maju. Maju dalam berbagai hal, apapun. Sisi karir, agama, sekolah, ya intinya yang baik-baik. Disaat sudah melangkah maju, disitulah kalian bisa merasakan arti hidup. Beberapa malam, gue dipenuhi mimpi tentang hijab, klise. Namun gue beranggapan mungkin ya karena gue sangat memikirkannya sepanjang hari, wajar terbawa mimpi.

Sepulang dari Jerman,  gue memutuskan mengenakan hijab. Gue berpikir ini adalah kebaikan. Gue ingin merasakannya. Gue ingin belajar. Gue tidak boleh malas. Gue ingin tahu arti hidup. Gue ingin maju. Subhanallah, gue merasa banyak sekali manfaat. Banyak orang berpikir, “Wah Nov, lo pake hijab karena orang dong.” Mereka gak tahu betapa pikiran tentang hijab itu sudah menghantui gue. Gue jawab “Iya benar, lo juga tahu kan alasan kenapa sekarang banyak umat beragama?” Pengikut Nabi Muhammad SAW masuk ke Islam, melakukan shalat, membaca Al-Quran, mengikuti ajaran Islam, karena apa? Karena mengikuti cara Nabi Muhammad SAW. Cara shalat yang sekarang kalian lakukan karena siapa? Karena Nabi yang memberi contoh. Banyak Nabi, tokoh hebat yang menebar kebaikan dengan memberi contoh. Dan para kaum yang sampai sekarang masih setia, tetap mengikuti arahan dan ajaran tersebut. Jadi, jangan takut untuk mencontoh, mengikuti sosok yang menebar kebaikan, karena mereka adalah moderator bagi kalian menuju kebaikan.

Youtuber tersebut memang moderator gue. Mungkin hidayah yang diberikan ke gue melalui dia. Dan itu gak masalah. Tidak ada ruginya. Tuhan hanya melarang manusia untuk menyembah selain Tuhan, bukan melarang manusia untuk mengikuti sesuatu yang baik. Semua gue lakukan untuk melindungi tubuh gue, melindungi harga diri gue, melindungi keluarga gue, melindungi suami gue kelak, melindungi sosial gue, banyak. Hebat banget yang bisa membuat teori ini. So far, gue mengimani teori ini bukan manusia yang buat, tapi benar ayat suci Allah SWT. Karena segala komposisinya baik. Wanita tetap dapat menjadi feminim, tetapi dapat pula menutup sisi feminim tersebut. KEREN! Segala presentasenya adil. Dengan gue pake hijab, bukannya gue mau lepas, malah gue selalu ingin membuat chapter baru di hidup gue. Shalat yang rajin, mengaji, mengikut ceramah, banyak hal kebaikan. Maka dari itu, jangan takut untuk mengenakan hijab karena belum menjadi pribadi yang baik. Kalau sudah niat untuk berbuat baik, pasti kebaikan tersebut akan menuntun ke hal yang selalu baik. Oiya, untuk suami gue kelak, dia akan mengetahui betapa cintanya gue ke dia, karena gue melindungi tubuh gue hanya untuk dia, dia yang melihat. Sekian cerita pengalaman hijab untuk orang awam seperti gue.

See you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s